Sittu Duror min Ushuli Ahlil Atsari (Manhaj X-2: ) (SD100201-MNH002)

Wishlist Share

About Course

PENDAHULUAN COURSE SITTU DURAR

سِتُّ دُرَرٍ مِنْ أُصُولِ أَهْلِ الْأَثَرِ

Assalamu’alaikum,

Bismillah, Alhamdulillah, Allahumma Sholli ‘Ala Muhammad wa ‘Ala Alihi wa Shahbihi Ajma’in, Amma Ba’du

Selamat datang dalam course Sittu Durar. Course ini disusun untuk membantu Anda mempelajari enam prinsip penting yang dibahas oleh Syaikh ‘Abd al-Mālik bin Aḥmad Ramaḍānī al-Jazā’irī secara bertahap, berbasis kitab, dan tidak berhenti pada pengetahuan teoritis. Anda akan diarahkan untuk membaca sumber utama, memahami dalil dan penjelasan para ulama, membedakan tingkat sumber, lalu melatih penerapannya dalam cara berpikir, belajar, beramal, berdakwah, dan menerima maupun menyampaikan koreksi.

1. MENGAPA COURSE INI PERLU DIPELAJARI SAMPAI AKHIR?

Course ini tidak disusun sebagai kumpulan materi yang berdiri sendiri. Setiap section saling membangun. Pembahasan tentang ikhlas dan tauhid menjadi fondasi; mutaba‘ah mengajarkan bahwa amal harus mengikuti petunjuk; pemahaman Salaf membantu menjaga cara memahami dalil; ilmu menjadi fondasi kemuliaan dan keteguhan; koreksi ilmiah melatih keadilan ketika menghadapi kesalahan; sedangkan taṣfiyah dan tarbiyah mengajarkan bahwa perbaikan harus membersihkan kesalahan sekaligus membangun penggantinya yang benar.

Karena itu, berhenti di tengah course berisiko membuat pemahaman menjadi tidak utuh. Seseorang dapat bersemangat mengoreksi tetapi belum belajar cukup tentang ilmu, adab, rifq, dan keadilan. Seseorang dapat berbicara tentang Sunnah tetapi belum menguatkan ikhlas dan tauhid. Sebaliknya, ketika course dipelajari sampai akhir, Anda diharapkan melihat enam uṣūl ini sebagai satu sistem perbaikan diri dan umat: niat diluruskan, dalil diikuti, sumber dipahami dengan benar, ilmu didahulukan, kesalahan dikoreksi secara adil, lalu kebenaran dibina hingga menjadi kebiasaan.

Tujuan akhirnya bukan sekadar mampu menjawab soal. Yang lebih penting adalah terbentuknya kebiasaan belajar agama yang amanah: membaca sumber, memeriksa dalil, membedakan wahyu dari penjelasan ulama dan analisis penulis, tidak tergesa-gesa menilai, serta berusaha mengubah ilmu menjadi amal dan akhlak.

2. CARA MEMPELAJARI COURSE DAN METODE PENILAIAN

Gunakan urutan belajar berikut pada setiap lesson.

Pertama, buka kitab utama dan baca halaman yang ditentukan pada awal lesson. Jangan menjadikan LMS sebagai pengganti kitab. LMS berfungsi sebagai pemandu agar Anda lebih mudah memahami, memperdalam, dan melatih isi kitab.

Kedua, pelajari lesson secara berurutan. Tandai dalil Al-Qur’an, hadis, ucapan ulama, penjelasan penulis Sittu Durar, dan analisis pembelajaran. Jangan mencampurkan semuanya seolah memiliki tingkat otoritas yang sama.

Ketiga, kerjakan Portofolio setelah lesson. Portofolio digunakan untuk membuktikan bahwa Anda mampu menerapkan tujuan pembelajaran, bukan hanya menghafalnya. Tugas dapat berupa analisis sumber, audit kebiasaan, studi kasus, refleksi, atau rancangan perbaikan.

Keempat, kerjakan Kuis Formatif setelah Portofolio. Kuis menguji pemahaman dan penalaran terhadap tujuan pembelajaran lesson. Gunakan pembahasan dan rujukan belajar ulang untuk mengetahui bagian yang masih perlu diperbaiki. Kuis formatif berfungsi untuk belajar sampai tuntas, bukan sekadar memperoleh angka sekali jadi.

Kelima, pada akhir setiap section Anda akan mengerjakan Penilaian Sumatif Section atau KS. Setiap KS terdiri dari 30 soal pilihan ganda A–E dengan total nilai 100. Nilai ketuntasan section adalah minimal 80. Jika belum tuntas, pelajari kembali tujuan pembelajaran yang masih lemah, ikuti remedial atau tutorial yang diarahkan, lalu kerjakan asesmen ulang dengan soal yang setara.

Keenam, setelah seluruh tujuh section selesai, Anda akan mengerjakan Kuis Komprehensif Akhir Course. Asesmen akhir ini menguji kemampuan menghubungkan enam uṣūl sebagai satu sistem, bukan hanya mengingat materi per lesson.

Tips agar belajar lebih efektif:

1. Sediakan kitab dalam bentuk PDF atau cetak dan buka bersamaan dengan LMS.

2. Jangan terburu-buru mengejar selesai. Lebih baik satu lesson dipahami dan diamalkan dengan baik daripada banyak lesson dibaca tanpa perubahan.

3. Buat catatan singkat tentang dalil utama, istilah penting, dan satu perubahan yang ingin diamalkan setelah setiap lesson.

4. Jika menemui teks yang belum dipahami, catat pertanyaannya dan gunakan sesi tutorial untuk meminta penjelasan.

5. Ketika mengerjakan kasus atau refleksi, fokuslah terlebih dahulu pada perbaikan diri dan lingkungan belajar. Jangan menjadikan course sebagai sarana mencari-cari kesalahan individu atau kelompok lain.

6. Setelah menerima hasil kuis atau asesmen, belajar ulang berdasarkan TP yang masih lemah, bukan hanya melihat skor akhir.

3. KITAB UTAMA YANG WAJIB DIGUNAKAN

Judul kitab: سِتُّ دُرَرٍ مِنْ أُصُولِ أَهْلِ الْأَثَرِ Sittu Durar min Uṣūli Ahlil-Atsar

Penulis: Syaikh ‘Abd al-Mālik bin Aḥmad Ramaḍānī al-Jazā’irī

Buka kitab di Google Drive:

https://drive.google.com/file/d/1Ou5HVQj9_MnKwDZa7N0q2LYPkdOjmscj/view?usp=drive_link

Simpan kitab ini pada perangkat Anda sebelum memulai course agar dapat dibuka setiap kali lesson meminta pembacaan halaman tertentu.

PENUTUP

Pelajari course ini dengan niat mencari kebenaran dan memperbaiki diri. Jangan hanya bertanya, “Berapa banyak lesson yang sudah saya selesaikan?” tetapi tanyakan juga, “Apa yang berubah pada cara saya memahami dalil, menerima nasihat, menilai informasi, beribadah, dan memperbaiki diri setelah mempelajarinya?”

Semoga Allah memberi kita ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, keikhlasan, keteguhan di atas Sunnah, serta akhlak yang baik dalam belajar dan berdakwah.

Show More

Course Content

SECTION 1 – Pendahuluan

  • TERJEMAH T101 – Tamhid hlm 5-9
  • LESSON L101 – Mengapa Mempelajari Sittu Durar?
  • PORTOFOLIO P101 – Peta Asal-Usul dan Tujuan Kitab
  • KUIS K101 – Tamhid: Asal-Usul, Tujuan, dan Metode

SECTION 2 – Mengikhlaskan Agama Hanya untuk Allah

Student Ratings & Reviews

No Review Yet
No Review Yet
Scroll to Top