Nawāqiḍu al-Islām (NI01070101)

Wishlist Share

About Course

Selamat Datang di Course Nawāqiḍ al-Islām

Dalam course ini kita akan mempelajari kitab نَوَاقِضُ الْإِسْلَامِ — Nawāqiḍ al-Islām karya Syaikh Muḥammad bin ʿAbd al-Wahhāb رحمه الله.

Kita akan belajar secara berurutan mengikuti kitab: mulai dari dasar aqidah, kemudian sepuluh pembatal Islam, lalu ditutup dengan pembahasan tentang bagaimana menjaga iman. Setiap Section terdiri dari beberapa Lesson yang berisi matan, terjemah, penjelasan, dalil, contoh kehidupan remaja, media pendalaman, muhasabah, dan latihan.

Apa tujuan akhirnya?

Target utama pembelajaran ini adalah:

فَهْمٌ → عَمَلٌ → دَعْوَةٌ
Paham → Amal → Dakwah

Setelah selesai belajar, kalian diharapkan:

  • memahami dasar aqidah dan isi Nawāqiḍ al-Islām;

  • menjadikan ilmu ini sebagai benteng untuk menjaga iman diri dan orang terdekat, bukan untuk mudah menghakimi orang lain;

  • mampu menghubungkan pelajaran dengan kehidupan remaja;

  • menunjukkan perubahan dalam amal dan sikap;

  • mampu menyampaikan manfaat kepada orang lain;

  • menghasilkan karya akhir yang bermanfaat dari proses belajar selama 18 pekan.

Bagi siswa yang mampu menghafal matan, memahami terjemah dan maknanya, mengamalkan, serta mendakwahkannya, tersedia capaian unggul dan apresiasi khusus.

Bagaimana cara belajarnya?

Pembelajaran memadukan mandiri, tutorial, dan tatap muka. LMS membantu kalian mengikuti alur kitab, sedangkan guru membantu menjelaskan bagian sulit, meluruskan pemahaman, dan membimbing portofolio.

Agar berhasil

Jangan belajar hanya untuk menekan tombol Complete. Selalu tanyakan:

Apa yang saya pahami? Apa yang perlu saya perbaiki? Apa yang bisa saya amalkan? Dan bagaimana ilmu ini bisa bermanfaat bagi orang lain?

Belajarlah sedikit demi sedikit, buka matan secara rutin, catat pertanyaan, kerjakan portofolio sejak awal, dan mintalah kepada Allah agar diberi pemahaman serta keteguhan.

Belajar untuk paham. Paham untuk diamalkan. Amal untuk menjaga iman. Ilmu untuk memberi manfaat.

Show More

Course Content

00. Sebelum Memulai — Aqidah dan Mengapa Iman Harus Dijaga
Kita mengenal Syaikh Muḥammad bin ʿAbd al-Wahhāb رحمه الله, tujuan mempelajari Nawāqiḍ al-Islām, serta dasar yang diperlukan untuk memahami kitab: aqidah, tauhid, ibadah, iman, syirik, dan kufur. Section ini menyiapkan cara belajar yang benar: ilmu ini terutama digunakan untuk menjaga diri, bukan tergesa-gesa menghakimi orang lain.

  • Lesson 00.00 —Apa Itu Aqidah dan Bagaimana Mempelajarinya?
  • Kuis K00
  • Lesson 00.01 — Mengapa Iman Harus Dijaga?
  • Lesson 00.02 — Mengenal Syaikh Muḥammad bin ʿAbd al-Wahhāb رحمه الله dan Nawāqiḍ al-Islām
  • Lesson 00.03 — Peta Dasar Aqidah: Tauhid, Ibadah, Syirik, Iman, dan Kufur
  • Kuis Akhir Section K00. Sebelum Memulai: Aqidah dan Mengapa Iman Harus Dijaga

01. Pembatal Pertama — Syirik dalam Ibadah
Kita memahami mengapa syirik merupakan bahaya terbesar bagi tauhid, bagaimana ibadah hanya ditujukan kepada Allah, dan salah satu contoh yang dibahas dalam matan: menyembelih untuk selain Allah. Kita juga belajar membedakan ibadah, niat mendekatkan diri, dan aktivitas biasa yang bukan ibadah.

02. Pembatal Kedua — Menjadikan Perantara antara Hamba dan Allah
Kita mempelajari doa, syafaat, wasilah, wali, dan tawakkal. Fokusnya adalah memahami bagaimana seorang hamba berhubungan langsung dengan Allah serta membedakan wasilah yang benar dengan keyakinan yang menjadikan makhluk sebagai perantara dalam ibadah kepada Allah.

03. Pembatal Ketiga — Sikap terhadap Kekufuran dan Kesyirikan
Kita memahami tiga bagian yang disebut dalam matan sekaligus mempelajari adab penting dalam pembahasan ini: hukum terhadap suatu keyakinan atau perbuatan tidak boleh diubah menjadi kebiasaan mudah memberi vonis kepada individu. Siswa belajar mengenali batas ilmu dan kapan harus kembali kepada guru atau ulama.

04. Pembatal Keempat — Petunjuk Rasulullah ﷺ adalah Petunjuk Terbaik
Kita mendalami konsekuensi syahadat مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ, makna mengikuti Rasulullah ﷺ, serta mengapa seorang Muslim meyakini petunjuk dan syariat beliau sebagai petunjuk terbaik. Siswa juga belajar membedakan persoalan agama dengan keberhasilan manusia dalam urusan teknis dan duniawi.

05.Pembatal Kelima — Sikap Hati terhadap Ajaran Rasul ﷺ
Kita belajar tentang bahaya membenci sesuatu yang dibawa Rasulullah ﷺ serta membedakannya dari rasa berat manusiawi ketika melaksanakan suatu kewajiban. Section ini banyak berbicara tentang keadaan hati: menerima, tunduk, dan belajar mencintai apa yang Allah syariatkan.

06. Pembatal Keenam — Ketika Agama Dijadikan Bahan Olok-olok
Kita membahas istihzāʾ, kisah yang menjadi sebab turunnya ayat, serta bahaya lisan. Pembahasan kemudian kita dekatkan dengan kehidupan remaja: bercanda, meme, komentar, konten media sosial, dan batas yang tidak boleh dilewati ketika berbicara tentang Allah, Rasul, Al-Qur’an, dan agama.

07. Pembatal Ketujuh — Sihir dan Menjaga Ketergantungan Hanya kepada Allah
Kita mengenal hakikat sihir sebagaimana dijelaskan dalam syarah, dalil-dalilnya, ṣarf dan ʿaṭf, serta bahayanya bagi aqidah. Fokus utama siswa bukan mempelajari cara kerja sihir secara teknis, melainkan membangun benteng tauhid dan mengetahui cara mencari pertolongan dan perlindungan yang benar.

08. Pembatal Kedelapan — Loyalitas, Pertolongan, dan Batas yang Harus Dipahami
Kita mempelajari muẓāharah, tawallī, dan muwālāt serta kisah Ḥāṭib bin Abī Baltaʿah رضي الله عنه. Section ini penting untuk melatih siswa agar tidak menyederhanakan persoalan: tidak setiap hubungan, kebaikan, atau kerja sama dengan non-Muslim otomatis masuk dalam pembatal ini.

09. Pembatal Kesembilan — Tidak Ada Jalan Agama di Luar Syariat Muhammad ﷺ
Kita memahami universalitas dan finalitas syariat Rasulullah ﷺ, kemudian membahas klaim “ilmu khusus”, pengalaman spiritual, dan kisah Mūsā–al-Khiḍr. Tujuannya agar remaja memiliki benteng ketika suatu hari bertemu klaim bahwa seseorang telah mencapai tingkat tertentu sehingga tidak lagi terikat syariat.

10. Pembatal Kesepuluh — Berpaling dari Agama Allah
Kita mempelajari makna الْإِعْرَاضُ الْكُلِّيُّ, yaitu berpaling secara total dari agama dari sisi perhatian kepada ilmu dan amal. Siswa harus memahami batasannya dengan baik agar tidak menyamakan setiap kelemahan belajar, kemalasan, atau kekurangan amal dengan pembatal ini.

11. Penutup — Benteng Iman dan Cara Menjaganya
Kita menutup kitab dengan pembahasan tentang orang yang bercanda, serius, takut, dan dipaksa; kemudian memahami mengapa Nawāqiḍ al-Islām perlu dipelajari. Akhirnya siswa menyusun peta besar seluruh kitab dan belajar dua benteng utama: mengambil sebab dengan ilmu dan amal serta terus berlindung dan meminta keteguhan kepada Allah.

Student Ratings & Reviews

No Review Yet
No Review Yet
Scroll to Top